Sabtu, 30 Mei 2015

Ajaran Sesat Wahabi Dalam Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir (Versi Bulan Ramadlan)

Bulan Ramadlan :: Ajaran Sesat Wahabi Dalam Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir (Versi Bulan Ramadlan)
Sebelumnya saya sudah menulis artikel yang berjudul "Jama'ah Haji dan Umrah Harus Hati hati Dengan Pembagian Kitab Gratis di Makkah Maupun Madinah" di tulisan tersebut saya menjelaskan bahwa pihak Wahabi menyebarkan faham wahabi di makkah dengan memberikan buku gratis yang berjudul "Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir Dari Al-Qur'an Al-Karim"
Di kitab "Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir Dari Al-Qur'an Al-Karim" ada banyak kesesatan yang sengaja dibuat untuk merusak i'tiqad Ummat Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA) yang sering dipanggil Sunni. salah satu banyak bisa anda jumpai di halaman 110 (Dialog Santai). dalam dialog tersebut kaum wahabi mencampur adukkan antara faham kafir, syi'ah dan sunni, dan semuanya diratakan dan disamakan, padahal sangat jelas kafir dengan islam sangatlah beda, bahkan syi'ah dengan sunni juga sangat jauh berbeda, dalam dialog santai tersebut semua dikaburkan sehingga seakan akan sama saja.
Dari penamaan nama yang berbicara di Dialog Santai saja sudah nampak jelas, karena nama yang digunakan adalah "Abd Al-Nabi dan Abdullah". dalam Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah tidak ada yang memperbolehkan menggunakan nama Abd Al-Nabi atau Abd-abd yang lain selain mudlaf ilaihnya disandarkan kepada lafadh allah atau nama-nama Allah (Asma' Shifat Allah). disisi lain di dialog santai pihak wahabi membawa-bawa nama syikh abdul qadir al-jailani yang mana beliau adalah salah satu tokoh yang sangat diagungkan oleh kaum sunni.
Abd Al-Nabi juga dianggap sebagai peniruan terhadap Abd Al-Masih padahal tidak ada dalam sunni penyeruan atau pembolehan menggunakan nama semacam itu. hal ini adalah salah satu trik licik kaum wahabi menyamakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dengan Kaum Kafir atau mungkin kaum Syi'ah.
Dalam Dialog Santai tersebut sangat tidak transparan dan tidak berimbang, kaum wahabi bermanis manis kata hanya untuk membenarkan pendapatnya sendiri.

Kesesatan Pertama Dalam Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir Dari Al-Qur'an Al-Karim Versi Bulan Ramadlan:
Menyatakan Bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Sunni) sama bahkan lebih jelek daripada Fir'aun dan Abu Jahal. Ayat yang digunakan adalah Surat An-Naml ayat 14 yaitu:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
Ayat diatas ini bukan hanya ditujukan kepada fir'aun semata, namun juga kepada tukang sihir yang membela fir'aun, dan hal ini menjelaskan kepercayaan mereka terhadap bukti kebenaran kekuasaan Allah yang nampak melalui Mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Musa, untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat ayat ayat sebelumnya sebagai berikut:

 إِذْ قَالَ مُوسَى لأهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta Alam"
يَا مُوسَى إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
وَأَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى لا تَخَفْ إِنِّي لا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.
  إِلا مَنْ ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًا بَعْدَ سُوءٍ فَإِنِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".

فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

Dari ayat diatas sangatlah jelas bahwa fir'aun bukannya percaya dengan adanya tuhan dengan sendirinya sebelum melihat mukjizat Nabi Musa, namun ia beserta tukang sihir percaya kepada kehebatan mukjizat Nabi Musa. sangat beda dengan Kaum sunni. kaum sunni benar benar mempercayai adanya Allah beserta semua tentang sifat sifat Allah dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, dan membenarkan apa yang dilarang Allah, sedangkan Fir'aun jelas tidak begitu. bahkan Fir'aun itu mengaku tuhan, sebagai bukti silahkan anda lihat firman Allah dalam surat al-qashash ayat 38:


وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلأ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Dan berkata Firaun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".

Inilah tipu daya kaum wahabi mencari-cari dalil al-qur'an dan hadits hanya untuk mengkafirkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Na'udzubillahi Min Dzalik.
Perbuatan keji seperti diatas bukan hanya dilakukan sekarang saja oleh kaum wahabi, namun sudah sejak dulu, dan dalam buku "Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir Dari Al-Qur'an Al-Karim" masih ada banyak kedustaan kedustaan yang lain, dan insya Allah akan saya kupas di lain kesempatan. sekian dulu dari saya semoga tulisan saya ini ada manfaatnya. dan apabila ada kesalahan ketik atau kesalahan lainnya saya mohon masukannya dan koreksinya, wassalamu'alaikum wr.wb.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lama ►
 

Footer1

FOOTER 2

Footer 3

Copyright 2013 Bulan Ramadlan Template by Ramadlan - Ramadlaner - Proyek Template SEO